Tampilkan postingan dengan label SS Ada Sejuta Ada .... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SS Ada Sejuta Ada .... Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 November 2008

Sajak-sajak Ada Sejuta Ada (7)

Ironis … ( 1 )

ada pingkal penuh cekikikan berkepanjangan terus berjejal lalu menghablur
membubung liar dari hampir seantero rumah di negeri ini setiap pagi menjelang sahur
lewat dagelan kering mentah dua jam, para pemirsa dilalaikan dari tafakkur atau tadabbur
yaaah … ‘tuk lupakan susah derita kami seharianlah … kata mereka, dan sangat menghibur

ada keliru besar berkepanjangan terus terpelihara dalam bingkai indah
pada pemaknaan waktu sahur yang berhenti hanya pada kegiatan makan dan sudah
padahal ia adalah saat amat berharga dan sayang bila harus dibuang begitu mudah
bukankah di luar romadhon, waktu mustajab ini tak banyak yang pedulikan ‘tuk menengadah

ada sedih lirih berkepanjangan akan terus menyesaki dada, tiada surut
pada segelintir diri yang mengerti dan tak merelakan momentum mahal itu harus luput
‘nyederhanakan makan sekedar raih berkah, lalu bergegas sambangi sajadah yang ‘lah kusut
‘tuk padatkan munajat dan jejalkan istighfar dalam panjat do’a, dengan sangat bersungut *).

*) Adz Dzaariyaat ( 51 ) : 17-18


Ironis … ( 2 )

ada banyak keanehan disana-sini pada berpuasanya sebagian besar anak negeri ini
ketika sholat subuh baru saja sudah, muda-mudi ingusan berhambur liar mengejar mimpi
yang jejaka masih bersarung berpeci haji, yang dara masih bermukena sekenanya tiada rapi
menyusuri jalan-jalan sepi ‘tuk saling menautkan hati sampai langkah kaki penat lalu menepi

ada yang tak terfahami dari fenomena asmara subuh di romadhon yang mestinya suci ini
puasa panjang yang baru saja diawali, selang beberapa menit saja sudah tak lagi punya arti
wabah liar ini terus menyebar, dari alun-alun kota hingga pantai desa di seantero pojok negeri
ada yang terhenyak, ada yang hanya berkerenyut dahi, lebih banyak lagi yang tak mau peduli

romadhon 1429

Sajak-sajak Ada Sejuta Ada (6)

Dengki, Dusta dan Dosa

ada cabikan kotor memanjang dan bercak darah merah tersimbah
ronai sepotong kemeja yang diusung sedih ke haribaan sang ayah
seekor srigala liar telah mengoyaknya … ayah, saat kami bermain ‘ninggalkan dia
tak ada upaya yang kami bisa, kata mereka terbata seperti tak berdosa
ribuan maafpun lalu dipintakan untuk kealpaan yang tak tersengaja

ada aroma anyir berhembus tajam pada setiap potong kata dan tetes air mata
bermula dari bara kedengkian yang dalam diam terus mengobarkan nyala
pada diri Yusuf yang mengecap kasih sang ayah jauh melebihi ambang tara
lalu sebuah petakapun ‘lah matang dirancang ‘tuk enyahkan sang permata selamanya :
membunuhnya atau melemparnya kedalam relung gelap perigi tua di ujung sahara

ada keyakinan kuat menyesaki setiap degup dada Yakub, yang buta karena perihnya duka
lantaran di atas sana ada kekuatan tak terindera yang akan jelmakan keadilan mulia

ada ganjaran bulat untuk semua yang telah kita buat, cepat atau lambat … semua tercatat
yang baik akan terbalas kebaikan tiada cabik dan sebaliknya … seutuhnya tiada terlewat.

romadhon 1429

Sajak-sajak Ada Sejuta Ada (4)

Korban ???

ada puluhan wajah penuh perangah
tajam menatap tubuh sintal resah
yang limbung … nyaris terpeleset
dari batangan besi menara sutet
di senja basah itu

ada sederet tanya menyelinap benak
mereka-reka duga ‘tuk mengais sebuah jawab
setan mana ‘lah tega merasuk rusak otak sang dara
dan kotori mimpi-mimpi putihnya
di malam kudus romadhon ini

ada derita pekat lama menyumbat
yang terus sesakkan dada … lumurkan noda
setitik nuthfah yang tertumpah telah mendekam kelam
berbentuk janin … tak terakui tak terkehendaki
jadikan hidup sang nona nyeri tak terperi … ingin diakhiri

ada kegeraman merah membakar sekam dada
pada nurani sang pengecut durjana
yang lenyap ditelan bis malam antar kota
di kegelapan terminal tua petang tadi
menyeret dosa entah kemana … sulit dicari.


Apa Kabar Penghuni Saqor … ?

ada gelitik kecil terus mengusik para ash-haabul yamiin, halus gemerisik
di atas surga sana, tempat indah yang teramat apik
‘tuk cari tahu akhir cerita para pendosa yang dulu banyak bikin epik
adakah mereka juga senyaman dan sedamai ini tanpa terusik
tetapi tiba-tiba
gumpalan asap hitam anyir bawa berita
berupa lolong panjang mengerikan dalam teriak parau penuh derita
dari bawah sana

ada tanya heran keras menghentak benak … bikin terhenyak
setelah mata terkesima beku oleh panorama yang tak enak
tak punya daya menolong kecuali hanya tanya dalam teriak :
dosa apa yang telah membuat kalian tercampak
terhina begini ke dalam bara Saqor yang penuh gelegak ?
bukankah dulu kita sering seiring dalam tawa dan gelak
atau … ada yang tak bisa kami tebak
pasti besar … tak pelak !

ada sejuta nista yang telah kami buat :
dahulu … kami tak pernah mau mendirikan sholat
memberi makan orang miskinpun tak pernah terniat
bergunjing bathil kami jadikan camilan nikmat
dan tentang pembalasan pedih ini tak pernah sedikitpun tersirat
apalagi membuat kami tobat
kini semua terlambat
kami telah tamat.

*) Al Muddats-tsir ( 74 ) : 42-46

romadhon 1429

Sajak-sajak Ada Sejuta Ada (5)

Suatu Ketika di dalam Gua

ada segulung ketakutan menyelinap pekat di hati kecilnya, tiba-tiba
ketika derap puluhan pasang kaki kuda berhenti tepat di mulut gua, tempatnya berada
teriak benci dan hardik marah pecah membahana, membelah sepi, ciutkan dada
seketika darah berdesir keras tatkala sosok-sosok kokoh bergerak ke dekat celah menganga
bikin peluh mengucur dingin, lidah jadi kelu tak mampu keluarkan suara
lantaran ada yang sangat ia cemaskan : keselamatan sang Rasul, penuntunnya

ada sebaris ketenangan menggantung anggun di putih wajahnya, luar biasa
tak secuil kekhawatiranpun terbersit, apalagi kekalutan atau gundah gulana
padahal ia telah terusik dan terusir dari tanah tercintanya dengan ancaman nyawa
setiapkali kecemasan makin menyeruak sesak ke seantero relung jiwa sang sahabat
senyum tipis terus terukir dari bibirnya, tulus, manis damaikan hati lenyapkan penat
“Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita”, tuturnya hangat *).

*) At Taubah ( 9 ) : 40

Umar dan Umar

ada segumpal ketamakan hinggap pekat di hati wanita tua, di suatu pagi buta
kepada puterinya ia minta agar susu kambingnya dicampuri air putih biasa
lantaran bila esok terjual semua, laba banyak akan mereka raih tak lagi merugi
tapi pinta curang sang emak tak dipatuhi, sang puteripun menolak dan tak sudi

ada secuil kemarahan membias gamblang di wajah emak, tak tersembunyi
ia ingatkan bahwa Umar, sang khalifah adil masih terlelap pulas, takkan pernah tahu
iman sang puteripun lantang menjerit : tapi kan tuhannya Umar tak pernah tidur, ummi !
dan di luar pintu rumah, sang khalifah khusyuk menyimak dengan bangga dan penuh haru.

*) sang puteri adalah calon nenek khalifah zuhud Umar bin Abdul Aziz

romadhon 1429

Senin, 27 Oktober 2008

Sajak-sajak Ada Sejuta Ada (3)

Miris (2)

ada segumpal pedih
menggantung letih
di wajah sedih lelaki ringkih
selepas tarawih
di surau desa ... dekat rumah

ada selusin pasang terompah
berjejer tak rapi saling tindih
setia menunggu tanpa resah
kecuali satu yang bikin lirih :
sandal sang aki

ada sejumput geram
tebarkan amarah dalam gumam
lantaran ada tega
yang 'nodai malam mulia
di tempat sesuci ini

ada segenggam bingung
berkecamuk liar tak terbendung
mencari sebaris kata untuk diucap
manakala si bungsu bertanya gagap :
san-dal-ku ma-na ... abah ?

romadhon 1429

Minggu, 26 Oktober 2008

Sajak-sajak Ada Sejuta Ada (2)

Miris (1)

ada tiga lembar sepuluh ribuan tak beramplop erat hangat tergenggam
bayang indah itu terus menggantung setia sejak tadi malam
memacu si mbok, adik dan ibunya berhambur ceria menyibak remang pematang
untuk mengantri zakat keluarga pak haji di desa seberang
yang sudah sejak tiga tahun membuat mereka selalu datang

ada sejuta butuh melecut tiga beranak berpacu kencang
sisihkan haus enyahkan letih singkirkan halang
menyeruak masuk ke pusaran lautan manusia tak terbilang
lakoni tiga jam berdiri dalam kerumun pengap yang terus bergoyang bak gelombang
lalu ... dua, tiga, empat orang yang terhimpit sesak akhirnya terkulai tumbang, tak terhadang

ada ironi tak terkaji membayangi niat baik pak haji
antisipasi dini tak pernah masuk dalam daftar peduli di hati
beberapa petugas hanya pandai berdiri, berteriak dan memberi instruksi
membuat kesabaran ribuan dhuafa' jadi terlucuti tak terkendali
dan apa yang tak terbayang tadinya ... akhirnyapun harus terjadi

ada puluhan perempuan tua-muda meraung berat dalam sakarat, lalu berangkat
puluhan lain merintih dalam perihnya luka dan hinanya martabat yang habis terbabat
si mbok, adik dan ibunya untung selamat, meski tak selembar sepuluh ribuanpun mereka dapat
kecuali pedihnya kemiskinan dan bayang-bayang bahagia yang sempat berkelebat
tiga beranak kembali meniti pematang mengirng jasad tetangga yang ikut mangkat.

*) doa dan duka untuk korban tragedi zakat Pasuruan 15 Romadhon 1429

Minggu, 19 Oktober 2008

Sajak-sajak Ada Sejuta Ada (1)

K e r a n d a

ada keranda bambu
tergolek kaku
sudah tiga minggu
di sisi musholla ... dekat pintu
dan ...
masih tetap begitu
terus menunggu
dalam bisu

ada banyak pasang mata
sering menatapnya beberapa kejap
dengan jutaan rasa
tanpa banyak kata terucap
dan ...
segera berlalu
dengan lidah kelu
dan dada pengap

ada selaksa rasa takut
sering menyergap ... bikin kalut
kalau-kalau sosok keranda
hinggap menyelinap ... merenggut paksa
dan ...
bila itu harus esok
diri belum lagi siap
sungguh !

romadhon 1429